Tuesday, May 7, 2013

Tips on Giving Gift

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillaah, beberapa bulan ke belakang, banyak kabar gembira dari teman-temanku. Entah itu kabar penyatuan dua insan (pernikahan) atau kelahiran insan yang baru. Ah, pokoknya bahagia-bahagia-bahagia. Biasanya, salah satu cara untuk merayakannya adalah dengan memberi hadiah pada teman yang berbahagia tersebut. Memberi hadiah juga sunnah Rasul lho!


تَهَادُّوْا تَحَابُّوْا

"Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling menyayangi"

Karena pernah punya pengalaman kebingungan dalam menentukan hadiah apa yang akan diberikan, maka tulisan ini aku susun. Di bawah ini ada beberapa pedoman praktis dalam memilih hadiah. Memang tidak terurut dengan baik dan barangkali deskripsi di satu bagian bisa juga termasuk ke dalam bagian yang lain. Maklum, otak kanan sedang overactive, jadi tidak struktural. Ya, pokoknya silakan dibaca dulu ya..

Butuh Apa?
Saat memikirkan hadiah, coba bayangkan diri kita berada di posisi penerima. Kira-kira mereka butuh apa ya? Pikirkan juga benda-benda yang kira-kira bakal membantu kehidupan baru mereka. Untuk ibu melahirkan, misalnya, kenapa enggak memberi toy box buat membantu ngerapihin mainan anaknya kelak? Atau untuk pengantin baru, coba hadiahkan pakaian tidur yang "cute" buat the bride hihi..

Dekorasi
Aku kira jarang sekali orang yang memikirkan untuk memberi hadiah berupa dekorasi. Yang aku perhatikan sih, kebanyakan ingin hadiah yang mereka berikan bisa dipakai oleh penerima. Tidak salah kok. Nah, karena ini terlalu mainstream (baca juga bagian Out of The Box), coba deh hadiahkan dekorasi untuk rumah penerima. Dekorasi itu bisa kita beli atau bikin sendiri lho (lihat bagian D-I-Y)! Seru juga kan nanti kalau dekorasi dipajang, si penerima inget sama kita kalau melihatnya hihi..


(Hadiah untuk pernikahan teman, pigura dengan gambar peta dan "heart" di kota tempat mereka menikah. Gambarnya aku trace dan cetak sendiri, piguranya beli di Jonas dengan harga murah tapi kualitas bagus. Hehe..)

Voucher!
Hadiah tidak hanya berupa barang lho! Hadiah lain bisa berupa voucher spa buat ibu yang baru melahirkan atau tiket jalan-jalan ke Bali buat pasangan pengantin baru (woohoo!). Atau mungkin voucher di suatu toko tertentu, sehingga penerima bisa memperoleh barang yang benar-benar dia butuhkan.

Favorit
Hal yang cukup penting adalah mengetahui hal yang disukai oleh calon penerima. Hal ini akan menambah keberhargaan barang yang kita hadiahkan dimata penerima. Dengan demikian, kita bisa lega karena kita tahu bahwa barang yang kita hadiahkan akan dirawat dengan baik oleh penerima.
Untuk mengetahui hal yang disukai calon penerima, cara yang termudah dan pasti hasilnya adalah dengan menanyakan secara langsung. Tapi kalau misalnya ingin memberikan kejutan, kita bisa research ke saudara calon penerima tentang hal yang disukainya. Ada juga sih tipe orang yang jelas banget terlihat apa kesukaannya tanpa perlu research lebih lanjut. Kalau misal ada teman yang dari ujung rambut hingga ujung kaki outfit-nya warna pink, atau berbau polkadot, kemungkinan itu hal yang disukainya. Jadi hadiahkanlah sesuatu yang berbau pink atau polkadot.
Cara lain adalah dengan research di akun jejaring sosialnya. Coba deh perhatikan likes-nya barangkali dia menyukai laman-laman yang satu tema, atau postingan statusnya paling sering ngomongin apa sih? Bisa jadi dia benar-benar menyukai hal tersebut.

D-I-Y
Aku suka sekali (memberi dan menerima) hadiah handcraft. Memang dibutuhkan effort dan waktu yang lebih banyak untuk berkreasi membuat hadiah karya tangan sendiri. Tapi itu merupakan sebuah keasyikan tersendiri dan tantangan yang cukup seru. Selain itu, sebenarnya membuat hadiah sendiri bisa memotong anggaran yang cukup besar, kan?
Beberapa ide hadiah handcraft antara lain aksesori, scrapbook, papercraft statue, atau gambar karikatur si penerima buatan sendiri. Yang jelas, karena handmade, jadi status hadiah itu adalah one of a kind alias cuma satu-satunya di dunia! That's so special!

Out of the Box!
Memikirkan sesuatu yang tidak pernah terlintas di pikiran orang lain. Misalnya, ketika semua orang memberikan hadiah untuk bayi yang lahir, mengapa kita tidak memberi hadiah pada ibu yang melahirkan? Aku pribadi sebenarnya lebih senang memberi hadiah pada ibu daripada bayinya hehe.. Soalnya aku tahu pasti teman yang lain memberi hadiah pada si Bayi dan untuk perlengkapan bayi, ayah-ibunya tentunya sudah menyiapkannya jauh hari, kan?
Kita bisa menghadiahkan breast pad, manset menyusui, parfum aromaterapi, CD relaksasi untuk ibu menyusui, dan lainnya.


Kalau pun misalnya mau memberi hadiah yang sudah umum, misalnya baju bayi atau mangkuk makan, usahakan pilih model/pattern lucu atau unik yang jarang ditemukan, sehingga hadiah kita bisa memiliki nilai lebih bagi penerimanya. Kalau aku biasanya beli di Daiso, selain harganya pas di kantong, modelnya juga unik dan Jepang banget, nah siapa tau bisa jadi referensi belanja hadiah.


(Hadiah untuk seorang teman. Ini menggabungkan tips D-I-Y, Dekorasi, dan Favorit. Binatang kesukaannya, katanya, adalah Orca dan warna favoritnya biru-hitam-putih. Ya, jadilah ini.)

That's all. Pastinya masih ada pertimbangan lain dalam memberi hadiah, silakan share pengalaman atau tambahannya di kolom komentar! Semoga bermanfaat dalam usaha pencarian hadiahmu, ya!

Thursday, April 25, 2013

I Fall for It

Kota Bandung yang dimulai dari Universitas Pendidikan Indonesia: tempat jungkir balik ngejar-ngejar dosen, Raudhah apartment: my first boarding house, jalan Geger Kalong Girang: sebuah jalan panjang yang ramai oleh pedagang yang akan menggoyahkan imanmu saat Senin dan Kamis, Masjid Daarut Tauhiid: tempat singgah untuk shalat dan isi ulang air dalam tumbler... Aah~ aku tidak bisa membayangkan tinggal di tempat lain selain di kota Bandung.


Walaupun dulu hanya dua tahun tinggal di Bandung, tapi rasanya selalu menempel di hati. Terlalu banyak lah kenangan di sana. Rubik's Cube pertama, cinta pertama, aplikasi pertama, wah, segalanya terlalu pakai hati nih (´・_・`). Ya, pokoknya semua kebutuhanku terpenuhi di sana haha.. Semuanya ada di kota Bandung: komunitasku, tempat favoritku, makanan favoritku, tempatku berkarya... Semoga kita memang berjodoh ya, Bandung.

"Layaknya perasaan Ted Mosby terhadap New York, itulah perasaanku terhadap kota Bandung."

Saturday, April 20, 2013

I'm So Happy Too..

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Bagi pasangan yang telah menikah membaca atau mengikuti kisah pernikahan orang lain (pengantin baru atau calon pengantin) bisa menjadi penyegar bagi pernikahannya. Buat aku pribadi, hal ini bisa menjadi nostalgia sepanjang malam. Tiba-tiba jadi ingat petualangan nikreuh berdua menuju rumah penghulu untuk mengurus berkas-berkas pernikahan. Ingat dengan belanja bahan makanan buat catering di H-3. Ingat dengan gaun akad yang di-fitting H-1 (dan, alhamdulillaah, sesuai dengan yang diinginkan). Capek, tapi senang karena akan mengakhiri masa-masa kelam kesendirian dan memulai hidup bersama demi masa depan yang diridhai Allah. Semuanya kenangan indah itu berkelebatan kembali dan butuh waktu berhari-hari untuk berhenti senyam-senyum sendiri (saking bahagianya).

Dan sejak awal tahun ini, teman-teman Ilkom angkatan 2008 pun mulai menabung pahala melalui jalan pernikahan. Otanoshimi...


Aku memang tidak punya kapabilitas untuk memberikan ceramah soal pernikahan. Tapi, di luar fakta apakah aku bisa dianggap sebagai  teman yang baik atau bukan, kalian adalah teman yang berharga bagiku sehingga sudah seharusnya bagi seorang teman biasa untuk berbagi pengalamannya sebagai pelajaran bagi teman yang luar biasa seperti kalian.

Pernikahan, sesuai dengan keadaannya yang memiliki awalan per- dan akhiran -an, adalah suatu proses. Suatu proses yang akan terus berkembang selama sepasang insan yang saling mencintai tetap bersama. Proses apa sih? Sejauh yang aku pelajari, pernikahan adalah proses belajar sepanjang hidup (long life education). Tidak seperti game, kehidupan pernikahan itu tidak terduga, dinamis, dan ditambah dengan sentuhan mood yang fluktuatif, sehingga kita harus belajar untuk peka dan bisa cepat tanggap terhadap suatu fenomena.

Pertama, belajar mengenali pasangan. Mungkin, secara logika, menerima kekurangan pasangan terasa lebih sulit daripada menerima kelebihannya. Namun, benarkah menerima kelebihan pasangan bisa lebih mudah? Bagi aku, sulit membayangkan seorang istri yang merasa tenang-tenang saja ketika suaminya lebih jago masak, atau lebih apik membersihkan rumah. Susah juga membayangkan seorang suami yang biasa-biasa saja ketika gaji istri lebih tinggi.. Well, that's very challenging too. So, we have to learn.

Kedua, belajar menjadi orangtua. Ini tahap selanjutnya guys. Untuk anak pertama, dimulai dari nol. Untuk anak kedua, dan selanjutnya, karena sudah belajar dari anak pertama, bisa jadi lebih lancar, tinggal sedikit penyesuaian. Nah, uniknya, karena anak hidup dalam beberapa tahap, sebagai orangtua, kita juga mempelajari terus tahapan-tahapan kehidupan mereka. Otomatis, bisa kita simpulkan bahwa sebagai orangtua, kita akan terus dan terus belajar. Proses belajar inilah yang membuat seseorang gain ilmu baru, semakin bijak dalam menanggapi persoalan hidup :)


Setiap orang memiliki visi yang berbeda mengenai pernikahan. Ada yang ingin pernikahannya mewah, di tempat tertentu, dengan syarat-syarat tertentu, namun ada juga yang ingin pernikahannya sederhana. Tidak ada yang salah asalkan semua syarat sah nikah terpenuhi. Dan lebih sempurna lagi saat suatu pernikahan membawa kebahagiaan untuk semua pihak, artinya pada akhir acara, tidak ada yang merasa direpotkan dengan segala macam pernak-pernik pernikahan. Pernikahan adalah awal dari kehidupan baru bukan? Maka, awali dengan niat yang lurus, cara yang baik, dan bismillaah.

Yap, cuap-cuap terlalu banyak sepertinya. Akhir akta: Happy wedding Nurwahidah, Lusy, Nuni, Toras, and, soon, Faisal, and Azmi + Yusuf (akhirnya Mama Orca bertemu Papa Orca. Selamat berlayar di atas bahtera pernikahan untuk mencari One Piece). Kalian dan pasangan masing-masing memiliki kisah spesial dan luar biasa yang tiada duanya ;)

I love you guys for the sake of Allah, and I feel so happy for you. You are all precious friends, moreover, family, for me. I can't promise I'd be there with you on your special day, but my du'aa will always be upon you.



PS: So, I just have less than 14 days to finish this book and return it to Chupa because he will soon have an angel beside him and finally can continue reading it. :')

Monday, February 18, 2013

Review - Al-Mujalbaba Printed Hijab

Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Al-Mujalbaba is US-based hijab and Muslimah clothing store. It's a good news for all Muslim women in US who search for a daily modest clothing. Life as Muslimah will be easier, even in US. More than that, it's hard to believe that a US-based Islamic clothing company exist after all of things between Muslim and US.

Back to the business, recently I was sent a Summery Floral print yoryu hijab for review. It's one of their signature products.


Yoryu is thicker than, but as lightweight as, chiffon. It also has a texture, which make it doesn't slip off easily. I like the way it falls and it can fit the my daily cap (one that has hat-like at forehead). The pattern is full and quite busy, suitable for wearing with plain abaya. With much colours in one hijab, I think I can wear at least four different abaya (pink, blue, white or yellow, no?). The colour is delightful and very calm. It matched my skin tone (I'm not so white, anyway). It measures about 185 cm x 70 cm. You can choose more than 20 patterns and style, either shayla or square hijab.


The end of the fabric is stitched (known as neci in Indonesia). Probably not the most loved stitch, but the common one. I personally don't mind about it, because I often fold this part a bit). The fabric is a bit see-trough so you will want to wrap it twice to your head or wear a full-covered underscarf (ninja underscarf) for extra coverage.


Other important thing to mention is the service. Jenneh, the owner and designer of Al-Mujalbaba, is communicative and easy to work with. The website too is informative, telling the visitor about hijab, khimar, and other Muslimah outfit at glance (I just hope they also add more details about the hijab product, such as measurement). I can see that they are not just selling, but educating. I can't wait for their new collection.

What do you think?

Sunday, February 3, 2013

Beardy Kuma

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Alhamdulillah, keinginan untuk menulis akhirnya muncul juga (^_^) Sebenarnya memang sudah banyak bahan tulisan yang ingin di-share, tapi entah kenapa penyakit bernama malas itu hinggap terus. Tiap buka laptop ga pernah inget untuk nulis. Jadilah tulisan pertama di tahun 2013 ada di bulan Februari. Hiatus dulu selama sebulan, ceritanya.

Terus, terus, ingin ada perubahan dalam blogging juga. Setelah ditilik-tilik, aku kok malah lebih lancar nulis pake bahasa Inggris, ya? Isi blog ini kebanyakan memang berbahasa Inggris. Padahal bahasa native aku kan Indonesia dan bahasa ibu aku bahasa Sunda. Emang sih aku ngerasa lebih mudah mengungkapkan sesuatu dengan bahasa Inggris. Lagipula, pembaca blog aku ternyata kebanyakan dari luar lho (US, UK, Australia, dan lainnya). Makanya, keasyikan deh pake bahasa Inggris ^_^

Alasan lainnya: aku kalau nulis pake bahasa Indonesia, kesannya selalu formal. Soalnya influence bahasa tertulis aku itu novel terjemahan yang notabene bahasanya terstruktur dan tidak gaul hehe.. Kesannya kolot banget kan ya. Mulai sekarang mungkin bakalan banyak postingan bahasa Indonesia, biar ga lupa bahasa Indonesia hehe..

Nah, sekarang ini sebenarnya mau share hasil workshop Desember tahun lalu. Workshop ini diadakan oleh GoodThinks. GoodThinks sendiri itu usaha milik teh Ichi, beliau menyediakan berbagai craft stuff and supplies dari Jepang. Nah, waktu Desember itu workshop yang diadakan tentang fleece craft.

TKP-nya cukup jauh dari rumah. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga jam naik bis + angkot + angkot dari Bandung Barat menuju Bandung Timur, sedikit hangover, sedikit perut keruyukan, dan ketusuk jarum, akhirnyaaa...





Kenapa sih, aku ngotot banget ikutan workshop ini? Fleece craft atau needle felt craft masih belum familiar di Indonesia. Demi menambah crafty skill dan karena emang penasaran juga tentang craft ini. Jadilah tanpa ragu aku berangkat dari rumah (kebetulan saat itu juga ada urusan di kampus). Waktu itu aku pakai fleece craft kit yang Kuma (beruang) dari GoodThinks. Seru banget dan ternyata gampang banget. Cuma harus ekstra hati-hati when you deal with the needle. Aku nambahin jenggot ke kuma-nya, soalnya keingetan terus suami sih hihi.. (◡‿◡✿) Rencananya ini buat phone strap-nya, dilihat-lihat, dia ga pernah pake phone strap.



Alhamdulillah, dapet ilmu baru ^_^

Thursday, December 6, 2012

Sushi Party!

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Had sushi party with friends at Wina's boarding house. We're beginner on sushi making, so we kinda made the place a bit messy :) But it was very much fun! We learned how to roll and cut sushi properly. And this is my first ever uramaki sushi. Yeay!! Big milestone in my sushi-making-journey. Just need a little bit improvement on pushing the rice tighter.







 





These homemade sushi pieces are made with love. We made more than 25 pieces of sushi with some topping variation, include the mangos. And, yes, we are social-networking people, so we took photos of the food and Instagram (or Twitpic) them! By that time, people who follow us will see many pictures of the same item from different angle :D

The most delightful thing is that I was able to bring Wil to meet my friends (finally). He's very active today, and I was just happy seeing him interacted with my friends. I hope I can bring him to do silaturahim more often :)


Alhamdulillaah~

Last photo is from Toni's Instagram