Thursday, January 16, 2014

Rinei, The Name's Rinei

Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Entah kenapa hal ini kepikiran dalam beberapa hari ini. Sejak menikah (dan beberapa bulan sebelumnya, sebenarnya) suamiku dan keluarga besarnya memanggilku "neng". Saat mengetahui kalau suami dan keluarga pihak suami memanggilku "neng", keluargaku menganggap hal itu keren. Di rumah sendiri aku dipanggil Orin.

Birdie is calling his daughter
Ternyata, "neng" adalah panggilan untuk anak perempuan kesayangan di sebuah keluarga, atau malah dulunya itu adalah panggilan untuk anak perempuan dari keluarga yang dihormati di kampung.* Aku yang ga paham dengan hal ini sih lempeng-lempeng aja. Heehee.. Tapi setelah tahu faktanya, aku jadi kurang sreg dengan panggilan ini dan meminta keluarga suami untuk memanggilku Orin. Akhirnya jadi lebih nyaman tuh. 

.... dan suamiku tetap manggilku "neng". Hahaa! Aku bukannya ga suka. Aku suka kok dipanggil "neng" oleh suami, dipanggil "nyai" juga suka, apapun aku suka. Cuma heran aja, karena yang memanggilku "neng" adalah orang yang benar-benar mengenalku luar-dalam (suamiku) dan orang yang benar-benar tidak mengenalku (supir/kenek angkot, misalnya) :D Hehehehe.. Quite contrary ga sih? Orang yang mengenalku setengah-setengah manggil aku Rinei.

What do your spouse or friend call you?

Sources
* http://dianmardiana.wordpress.com/2010/01/29/berbahasa-santun-ala-sunda/
Image from http://pixabay.com/en/angry-animal-beak-bird-cry-gull-2730/ 

Wednesday, January 15, 2014

Today's Conversation

Me: Kita harus lebih kompak dan lebih percaya satu sama lain. Seperti Sherlock Holmes dan John Watson.
Husby: Oke. Tapi aku Sherlock-nya. Soalnya kalau kamu Sherlock, jailnya pasti lebih-lebih.
Me: Aaaah, tapi aku ga mau merana seperti John. Mending aku aja yg jadi Sherlock. Kamu kalau merana juga ga apa-apa, kan kesabaran kamu luar biasa.*)
Husby: K..



*) It is meant to be a compliment, really.
**) Image from wikipedia

Thursday, January 9, 2014

Today's Quote

Photo from Pixabay
"Jika kamu memboncengku, kemudian kamu, dengan alasan apapun, naik ke dan melaju di trotoar, maka aku akan melepaskan pelukanku dan sepanjang perjalanan akan berpura-pura bahwa hubungan kita tidak lebih dari tukang ojek dan penumpang saja." - Mirka Avesta